~Kesenian adalah Keluhuran Hati ~

~Tuhanku...Aku ingin menghibur dari dhibur...Aku ingin mengasihi dari dkasihi...Mencintai dari dcintai...Kerna dengan memberi aku menerima...Dengan memaafkan aku dmaafkan...Dengan cinta aku bangkit kembali & Dengan cinta aku hidup abadi...Dan bermulalah bicara untaian kata antara hati dan perasaan...~

Kamis, 17 Februari 2011

TUA

“Allah swt menciptakan kam, kemudian mewafatkan kamu, dan diantara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang pernah diketahuinya sesngguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha kuasa.” ( QS. An-Nahl: 70 )

Menjadi tua adalah sebuah keniscayaan sesuatu yang tidak bisa dihindari kecuali oleh kematiaan, siapa pun kita, apa pun kedudukan kita, presiden, raja, pengusaha sukses, artis top dunia, atau hanya rakyat biasa, pasti akan melewati masa tua kecuali orang-orang yang sudah meninggal sebelum masa tua yang menghampirinya.

Proses penuaan pada manusia adalah sebuah fakta telanjang yang tidak bisa ditutup-tutupi semua manusia mengetahui karena setiap hari kita melihat dengan mata kepala sendiri kehidupan orang-orang yang sudah tua, entah dekat dengan kehidupan kita sendiri atau orang lain, tetapi sayangnya kebanyakan manusia tidak bisa mengambil pelajaran apapun dari kehidupan orang yang sudah tua disekitarnya.
Anda mungkin mengenal berapa tokoh yang semasa mudanya begitu ditakuti semua orang, disebutkan namanya saja mungkin membuat kita merinding. Tapi lihatlah bagaimana keadaan empat puluh atau lima puluh tahun kemudian? Mungkin puluhan tato yang menghias disekujur tubuhnya masih membekas, tapi masih adakah tenaga besar yang mampu dihimpunnya yang membuatnya masih ditakuti? masih terasakah otot-otot yang penuh tato itu? masih gagah dan tegapkah cara berjalannya?

Anda juga pasti mengenal wanita-wanita yang semasa mudanya terkenal cantik, bak bidadari, katakanlah ia artis terkenal, bahkan mungkin kaliber dunia, tapi mari kita lihat setelah masa tua menggerogotinya, masih kencangkah kulit beningnya, yang dulu bisa membuat ribuan pria menahan air liur? Masih adakah sorot mata indahnya yang dulu mampu mencuri hati setiap pria? Masih adakah rambut ikal yang dulu didambakan?

Pertanyaan-pertanyaan diatas mungkin masih bisa dijawab dengan kata ya, tetapi itu ditujukan untuk menunjuk sedikit orang bahkan sangat sedikit sekali kebanyakan manusia menjalani masa tuanya dengan kekurangan dan keterbatasan dibandingkan ketika ia masih muda.

Kulit kencang yang dulu biasa dirawat perlahan mengkerut tenaganya pun semakin mengendur, bahkan untuk berjalan pun gemetar, matanya yang dulu terlihat indah berlahan meredup, dan yang lebih mengkhawtirkan banyak orang adalah ketika manusia sampai kepada masa yang disebut Al-Qur’an sebagai umur yang paling lemah, yaitu ketika manusia tidak mampu mengenal dan mengetahui apa yang dulu dikenal dan diketahuinya pada saat itulah manusia kembali pada masa kecilnya yang lemah dan tidak tahu apa-apa.

Proses penuaan pada manusia sesungguhnya merupakan sebuah tanda pengingat bagi setiap orang, bahwa betapa pun berkuasanya manusia, betapa pun gagahnya seorang manusia, betapa pun tampan dan cantiknya manusia, pada akhirnya manusia terbentur pada usia dan keterbatasannya sendiri. Semoga kita bisa mengambil pelajar. Amiin.

Tidak ada komentar: